Banten

Parah! 18 Perjalanan KRL Bogor-Tangerang Lumpuh Akibat 2 Kecelakaan Bersamaan, Ini Titik Macetnya

Abdurahman | 20 Agustus 2026, 12:13 WIB
Parah! 18 Perjalanan KRL Bogor-Tangerang Lumpuh Akibat 2 Kecelakaan Bersamaan, Ini Titik Macetnya
Fakta terkini ihwal 2 kecelakaan pada jalur perlintasan KRL di Bogor dan Tangerang pada pagi ini, Kamis, 20 Agustus 2026. (Instagram.com/@jktinfo)

AKURAT BANTEN— Pagi yang sibuk bagi ribuan komuter mendadak berubah mencekam pada Kamis (20/8/2026).

Sebanyak 18 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line lintas Bogor dan Tangerang dilaporkan lumpuh total dan mengalami keterlambatan masif akibat dua insiden kecelakaan beruntun yang terjadi di waktu nyaris bersamaan.

Kemacetan dan penumpukan penumpang pun tak terhindarkan di sejumlah stasiun.

Pihak PT KAI Commuter terpaksa memberlakukan rekayasa lalu lintas darurat guna mengurai antrean panjang rangkaian kereta yang tertahan di jalur utama.

KAI Commuter dengan tegas melarang orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar jalur rel dan selalu mendahulukan kereta melintas saat akan melewati perlintasan sebidang, ujar Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Dituduh Bawa Motor Curian, Santri Pandeglang Adukan Oknum Matel PT APL

Titik Kemacetan Dan Kronologi Dua Insiden Mencekam

Berdasarkan laporan resmi KAI Commuter, kekacauan jadwal operasional ini berakar dari dua kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki serta pengendara kendaraan bermotor di area jalur rel aktif:

  • Titik Pertama (Lintas Bogor - Jakarta Kota): Perjalanan KA 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota mendadak lumpuh setelah tertemper orang di sekitar petak jalan Stasiun Pasar Minggu - Manggarai (kawasan Stasiun Cawang) sekitar pukul 07.20 WIB.

  • Insiden ini tak hanya merusak sistem pengereman, tetapi juga memaksa petugas melakukan pengecekan ketat rangkaian di Stasiun Tebet. Akibatnya, 10 perjalanan KRL Bogor mengalami keterlambatan parah hingga lebih dari 1 jam.

  • Titik Kedua (Lintas Duri - Tangerang): Di saat bersamaan, gangguan serupa menimpa jalur barat. KA 1914A relasi Duri-Tangerang tertemper oleh seorang pengendara motor pelajar di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawa Buaya - Batu Ceper.

  • Evakuasi kendaraan yang tersangkut di jalur rel membuat 8 perjalanan KRL Tangerang tersendat dengan keterlambatan mencapai 48 menit.

Baca Juga: FLONA 2026 Digelar di Jakarta, Ini Jadwal, Lokasi, Tema, dan Daya Tariknya

Respons Cepat KAI: Berlakukan Rekayasa Jalur Darurat

Menghadapi potensi kelumpuhan total jaringan, KAI Commuter langsung menerjunkan tim teknis ke lapangan dan memberlakukan pola operasi single track (jalur tunggal bergantian) secara darurat di petak jalan Pasar Minggu - Manggarai serta Rawa Buaya - Batu Ceper.

Setelah proses evakuasi dan sterilisasi jalur rampung sepenuhnya, operasional KRL di kedua lintas tersebut akhirnya dinyatakan kembali normal pada pukul 11.00 WIB.

Baca Juga: Gempa 7,7 Guncang NTT, 3 Rumah Modular BRIN Tetap Kokoh: Ini Teknologi Tahan Gempanya

Ancaman Sanksi Dan Peringatan Tegas

Tragedi pagi ini kembali membuka mata publik mengenai rendahnya kesadaran keselamatan di jalur rel.

KAI dengan tegas menyayangkan insiden yang dipicu oleh aktivitas warga di area terlarang serta pengendara jalan raya yang nekat menerobos perlintasan sebidang tanpa mendahulukan kereta api.

Merujuk pada Undang-Undang Perkeretaapian No. 23 Tahun 2027, setiap orang tanpa izin dilarang keras beraktivitas atau berada di sekitar jalur rel karena mengancam keselamatan nyawa sekaligus mengganggu hajat hidup ribuan penumpang transportasi publik.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman